Loading

Wednesday, October 10, 2012

Penyuluhan Peraturan KPU

8:22 PM by Berugaq Mataram · 0 comments

Hari ini penyuluhan peraturan KPU tentang pendaftaran, verifikasi & penetapan partai politik peserta pemilu tahun 2014, dilaksanakan di Hotel Lonbok Raya, Kamis, 11 Oktober 2012


Selengkapnya...

Saturday, March 6, 2010

7:35 PM by Berugaq Mataram · 0 comments

Mulai Dioperasikan, Dua Pekan TRLB Bebas Retribusi

Wali Kota Mataram HM. Ruslan telah meresmikan Taman Rekreasi Loang Baloq (TRLB), dengan ditandai pelepasan sarana permainan berupa kano dan sepeda air masing-masing sebanyak dua unit. Dengan demikian, masyarakat kota ini dan luar Kota Mataram pada umumnya sudah bisa menikmati arena wisata yang terletak didepan makam Loang Baloq tersebut.


” Untuk sementara, Pemkot Mataram dalam hal ini Dinas Pariwisata belum menarik retribusi dari pengunjung TRLB. Artinya, warga dibebaskan dari tarif atau biaya masuk dan pemanfaatan fasilitas yang ada di arena kolam permainan yang berbentuk pulau Lombok selama dua pekan kedepan. ” kata Ruslan pada wartawan, usai meresmikan TRLB rabu (4/3).

Ruslan menuturkan, untuk pengelolaan TRLB diserahkan sepenuhnya pada Dinas Pariwisata, termasuk masalah penentuan retribusi yang akan dikenakan pada pengunjung. Dimana retribusi TRLB akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Karena, arena wisata buatan tersebut dibangun Pemkot Mataram agar bisa dinikmati masyarakat dan menjadi pilihan alternatif berwisata selain wisata alam yang telah ada seperti pantai Ampenan dan Senggigi.

Ruslan pun mengaku, fasilitas berupa kano dan sepeda air belum mencukupi kebutuhan masyarakat dan dapat dipastikan akan menjadi rebutan. Sehingga, pihaknya pun berencana akan menambah beberapa unit kano dan sepeda air. Menurutnya, untuk kano dapat digunakan warga bermain di pantai sekitar TRLB seperti yang dilakukan warga di pantai Senggigi. Tetapi sepeda air tidak memungkinkan untuk dimainkan di laut lepas, karena akan mengakibatkan sarana tersebut rusak.

Ditambahkannya, TRLB ini belum tuntas dibangun diatas lahan milik Pemkot seluas lima hektare. Sehingga, diharapkan pemimpin Kota Mataram nanti dapat melanjutkan pembangunan beberapa fasilitas tambahan di lokasi TRLB. Bahkan, tidak menutup kemungkinan menggandeng investor untuk melanjutkan pembangunan TRLB. Dengan cara, sharing dana antara Pemkot Mataram dan investor atau bisa saja investor yang menganggarkan sepenuhnya, untuk pengembangan kawasan wisata buatan itu.

Terkait dengan beberapa berugak lesehan yang ada di TRLB, Ruslan menuturkan, berugak tersebut sudah banyak diminati pedagang makanan. Namun penempatannya akan diseleksi, agar berugak tersebut diisi pedagang yang profesional dalam menyajikan makanan dan minuman pada pengunjung.

#sumber :
Selengkapnya...

7:35 PM by Berugaq Mataram · 0 comments

Hasil Kajian Monev MBS Bisa Jadi Barometer PBM NTB

Tim Pengembang Managemen Berbasis Sekolah (MBS) NTB memberikan bahan kajian monitoring dan evaluasi (Monev) implementasi MBS kepada Kepala Sekolah (Kepsek) yang mendapat program MBS dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB dan Unicef. Hasil kajian Monev MBS ini bisa dijadikan barometer Proses Belajar Mengajar (PBM) kedepannya, agar mutu pendidikan NTB dapat ditingkatkan.


“ Berdasar hasil kajian itu, sekolah MBS meraih rating nilai 9,5 atau lebih tinggi dari sekolah non MBS yang mencapai 8,4. Padahal, sekolah non MBS itu merupakan sekolah terbaik di tingkat kecamatan setempat dan sudah diimbaskan dengan program MBS, tapi tidak berkelanjutan. “ kata Koordinator Tim Pengembang MBS NTB, Drs. H. Ali A Rahim, kepada Reporter Global FM Lombok, disela acara lokakarya evaluasi dan advokasi program MBS, di Gedung Al Ihsan Mataram, Selasa (2/3).

Ali mengungkapkan, terdapat 3 kategori yang diberikan kepada sekolah yang dijadikan sample kajian dan monev tim, yakni kategori sekolah sangat bagus dengan bintang 5, kategori sekolah baik bintang 4 dan kategori sekolah sedang bintang 3. Dimana, sekolah MBS dan non MBS tersebut diberikan materi yang sama, sehingga masing – masing Kepsek bisa melakukan evaluasi diri terhadap 3 pilar central dan menjadi 13 sub pilar dalam program MBS.

Masing – masing pilar sebut Ali, Management Sekolah terdapat 28 item, Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (Pakem) 32 item dan Peran Serta Masyarakat (PSM) 18 item yang harus dimiliki, dikuasai dan dilaksanakan sekolah. Dari 78 item pada 3 pilar itu lanjut Ali, terlihat ada peningkatan sekolah MBS yang cukup significant.

Terbukti, sekolah binaan MBS pada management sekolah mendapat nilai 80,50 atau lebih tinggi dari rata – rata nasional 75,45 dan pada pekem mendapat nilai 76,05 atau lebih tinggi dari rata – rata nasional 75,00. Sementara, pada PSM dinilai masih rendah partisipasinya, karena 70 persen akibat belum optimalnya keterwakilan masyarakat menjadi komite sekolah.

#sumber :
Selengkapnya...

7:34 PM by Berugaq Mataram · 0 comments

Rusunawa Belakang GOR Turide Akan Dibangun 2010

Kepala Dinas PU kota Mataram, H. Makbul Maksum mengatakan, pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang merupakan program Kementerian Perumahan Rakyat, dapat dipastikan akan dibangun di belakang GOR Turide pada awal tahun 2010. Karena ini merupakan program pemerintah pusat, maka proses tender pun dilaksanakan di pusat. Dimana, lahan yang disiapkan untuk membangun Rusunawa yakni satu hektar lebih.


“ Untuk jumlah unit rumah dan tingkatan lantai yang dibangun, sama dengan jumlah unit rumah pada Rusunawa di daerah Selagalas, yakni bertingkat lima dengan jumlah 99 unit rumah. “ kata Makbul pada wartawan dikantor Wali kota Mataram senin (24/8).

Rusunawa di belakang GOR Turide akan ditambah dengan beberapa fasilitas, seperti ruang pertemuan, tempat parkir dan lainnya. Penambahan beberapa fasilitas tersebut, lebih dikarenakan luas tanah di lokasi Rusunawa GOR Turide lebih luas dari pada di Selagalas. Dana yang telah disiapkan pemerintah pusat untuk membangun Rusunawa yang ketiga di kota Mataram, setelah Rusunawa di Selagalas dan Unram, sekitar Rp 10-12 milyar.

Menurutnya, dipilih kawasan GOR Turide untuk pembangunan Rusunawa, karena lokasi tersebut lebih dekat dengan kawasan kumuh perkotaan. Ditanya, untuk program pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di kota ini, Makbul menjelaskan, masih dalam kajian lebih lanjut. Terlebih, harga tanah di kota Mataram masih relatif terjangkau dibandingkan kota lain.

Ditambahkannya, untuk pembangunan Rusunawa di Selagalas telah mencapai 85 persen. Pemerintah pusat pun telah menyetujui untuk memperpanjang kontrak pengerjaan, sesuai permintaan pihak kontraktor pelaksana. Dimana proyek pembangunan Rusunawa tersebut sebenarnya telah tuntas dikerjakan per 31 Agustus ini. Namun, karena beberapa kendala yang dihadapi kontraktor hingga tidak bisa diselesaikan sesuai kontrak. Sehingga, pihak kontraktor pun mengajukan perpanjangan kontrak kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PU.
Selengkapnya...

7:33 PM by Berugaq Mataram · 0 comments

Oknum PNS Dipolisikan Karena Gadaikan Mobil Sewaan

Ernawati alias Eni (35) oknum PNS yang tinggal dijalan Swakarsa 3, Kekalik, Mataram, terpaksa harus berurusan dengan Polisi lantaran menggadai dua unit mobil yang telah disewanya dari perusahan Rent Car CV Bintang Berlian yang berlokasi dijalan Arif Rahman Hakim no 17 Lingkungan Karang Bedil Mataram. Kejadian bermula sejak tanggal 26 Februari 2010 lalu sekitar pukul 16.00 wita dan dilaporkan rabu (4/3) kemarin di Polres Mataram.


” Pelaku dilaporkan karyawan Perusahan Rent Car tersebut bernama Lita Lusia (28), warga jalan Ujung Kulon, BTN Taman Indah Mataram. ” ungkap Kabid Humas Polda NTB, melalui Kaur Penum, AKP R Sujoko Aman, kepada Global FM Lombok di ruang kerjanya, jumat (5/3).

Kronologisnya dijelaskan Sujoko, pelaku menyewa dua unit Mobil, masing-masing mobil Avanza 1300 warna Biru metalik dengan nomor polisi DR 1724 AL dan sebuah mobil Avanza warna hitam metalik bernomor polisi B 7370 JA, kepada korban. Anehnya, saat menyewa kedua mobil tersebut pelaku meminta STNK asli mobil yang disewanya itu.

Awalnya, korban tidak curiga sedikitpun karena setoran sewa mobil tersebut lancar-lancar saja. Namun, kecurigaan mulai muncul mulai tanggal 23 Februari 2010 dimana uang sewa kedua mobil mulai macet. Pihak korban telah berusaha menagih pembayaran namun tetap tidak diberikan. Selain itu, kendaraan yang disewa pelaku juga tidak kunjung dikembalikan.

Setelah ditelusuri ternyata pelaku telah menggadaikan kedua mobil tersebut kepada orang lain berinisial AH. Akibat kejadian tersebut ditegaskan Sujoko, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 265 juta. Merasa keberatan, korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut menuju aparat Kepolisian Polres Mataram.

#sumber :
Selengkapnya...